Arsip

AGENDA Regional Dialog 2012

Dalam praktek berdemokrasi di seluruh dunia, pemilih dengan penyandang disabilitas menghadapi beberapa masalah dalam melaksanakan hak mereka untuk memilih. Walaupun hak mereka telah dilindungi oleh berbagai instrumen hukum internasional seperti misalnya CRPD (Konvensi Hak-hak Penyandang Disabilitas), faktanya adalah tetap masih ada beberapa area yang memerlukan peningkatan bagi terselenggaranya akses ke Pemilu bagi penyandang disabilitas. Pemajuan ini memerlukan kerjasama dan dukungan dari setiap unsur masyarakat; sebuah dialog untuk membicarakan isu ini haruslah diselenggarakan.

Sebagai bagian untuk menekankan pentingnya isu disabilitas dan Pemilu,  AGENDA mengambil inisiatif untuk menyelenggarakan Dialog Regional ‘Akses Pemilu bagi Penyandang Disabilitas’. Acara ini akan menjadi tempat yang netral untuk membawa secara bersama akademisi, praktisi, pembuat keputusan dan lembaga-lembaga pengkajian dari negara-negara Asia Tenggara untuk berdiskusi dan berbagi informasi serta pengalaman terkait isu dimaksud. Dialog ini diharapkan dapat memberikan kesepahaman yang saling menguntungkan mengenai pentingnya akses ke Pemilu sebagai kunci bagi penyandang disabilitas dalam melaksanakan haknya untuk memilih, dipilih dan juga menjadi petugas Pemilu pada setiap tahap/tingkatan.

Bergabunglah bersama kami dalam Dialog ini dan menjadi bagian dari usaha untuk meningkatkan hak partisipasi politik penyandang disabilitas.

Pembicara Potensial:

  • Komisi Pemilihan Umum Negara-negara ASEAN
  • Organisasi Penyandang Disabilitas di ASEAN
  • Organisasi Masyarakat Sipil (penggiat Pemilu dan HAM) nasional dan ASEAN
  • Akademisi dari Universitas-universitas (ASEAN dan luar ASEAN)
  • Organisasi HAM PBB
  • Organisasi HAM ASEAN
  • ASEAN Disability Forum
  • UN-ESCAP
  • Organisasi internasional penggiat Pemilu

Silahkan unduh TOR, Welcome Package, Registration form di bawah ini:

1. TOR

2. Welcome Package

3. Registration Form

4. Schedule

PENGUMUMAN TENDER PERUSAHAAN PEMBUATAN DAN PEMELIHARAAN WEB SITE

Pusat Pemilihan Umum Akses Penyandang Cacat (PPUA Penca) merupakan sebuah organisasi nirlaba yang bergerak dalam pemenuhan dan  pemajuan hak- hak penyandang disabilitas dibidang partisipasi hak- hak politik  penyandang cacat dalam pemilu.

Pada saat ini PPUA Penca dengan dukungan dari Internasional Foundation for Electoral System (IFES) dan USAID bermaksud membangun sebuah Web Site yang berisi informasi beragam aktifitas pemajuan hak politik penyandang disabilitas di Indonesia termasuk di kawasan wilayah regional ASEAN.

Untuk pembangunan Website tersebut, lembaga kami sedang mencari perusahaan yang memiliki kompetensi di bidang pembangunan dan pemeliharaan jasa Web site.

Bagi perusahaan yang berminat untuk mengikuti kualifikasi jasa pembuatan web site PPUA tersebut silahkan mengirimkan penawaran ke :

Email: ppuapenca@yahoo.com

Fax : 021 3916764

Untuk informasi hubungi Bapak Heppy Sebayang : Hp.08181657089

PPCI Pusat Berpindah Kantor

Ketua Umum HWPCI Menerima Potongan Tumpeng
Ketua Umum HWPCI Menerima Potongan Tumpeng

Pada Jum’at, 15 Oktober 2010, PPCI Pusat mengadakan syukuran atas pindahnya pusat kegiatan administrasi dari semula di Jl. Tambak No. 11 ke Wisma Isman Jl. Teuku Cik Ditiro No. 34. Hadir pada acara syukuran Sekjen DNIKS Bapak Rohadi, Bapak Ismet beserta Ibu Ola perwakilan dari Kemensos RI, dan Bapak Ginting dari Valbury mitra kerja PPCI. Selain itu, para pimpinan organisasi disabilitas nasional juga turut hadir pada acara syukuran tersebut. diantaranya Bapak Ismet selaku Ketua Umum FKPCTI, Bapak Afrizar Zakaria Ketua Umum GERKATIN, tidak ketinggalan Ketua Umum HWPCI Ibu Ariani.

Pada sambutan yang disampaikan Sekretaris PPCI Gufroni Sakaril menyebutkan, dengan kepindahan PPCI ke kantor baru yang lebih baik secara kondisi diharapkan akan memperbaiki kinerja para Pengurus. Sehingga PPCI mampu mengangkat harkat dan martabat Penyandang disabilitas di negeri ini yang masih mengalami berbagai diskriminasi.

Demikian pula harapan Bapak Rohadi yang menekankan perubahan suasana kerja akan mampu memompa semangat untuk memperjuangkan hak-hak penyandang disabilitas di seluruh negeri ini.

Pada akhir acara, Bapak Rohadi Sekjen DNIKS menyerahkan potongan tumpeng kepada sejumlah tamu undangan yang hadir baik dari perwakilan pemerintah maupun kepada pimpinan organisasi disabilitas nasional. Pemberian potongan tumpeng tersebut menjadi simbol PPCI sebagai payung organisasi disabilitas secara nasional yang harus mengayomi semua penyandang disabilitas. Semoga!!!

Standar Internasional Membuat Dunia Dapat Diakses Oleh Semua Kalangan

PESAN HARI STANDAR DUNIA

14 OKTOBER 2010

Sedikitnya 650 juta jiwa secara global mengalami berbagai disabillitas, seperempat dari seluruh penduduk di Negara maju berusia 60 tahun atau lebih, dan pada tahun 2050, sebagian besar Negara berkembang akan mengalami hal serupa.

Aksesibilitas menjadi isu yang semakin popular seiring dengan meningkatnya tuntutan dari kalangan penyandang disabilitas dan  lanjut usia untuk memperoleh akses yang sama dalam kehidupan social , politik, ekonomi. Bagi mereka, sebagaimana halnya orang-orang yang mampu secara fisik, kemudahan akses terhadap informasi dan komunikasi sangatlah penting, sama halnya dengan kemudahan dalam penggunaan fasilitas umum seperti elevator, memasuki gedung, perjalanan ataupun menggunakan peralatan dengan aman dan mudah.

Tapi aksesibilitas bukan hanya masalah bagi usia lanjut atau kalangan penyandang disabilitas. Siapapun pada setiap tahapan usia dalam hidupnya terkadang mengalami berkurangny akemampuan aksesibilitas. Ketika hal ini terjadi, aktivitas sehari-hari yang sederhana bias menjadi hal yang sangat sulit. Standar internasional memberikan panduan bagi produsen dan penyedia jasa tentang bagaimana mendesain produk yang bias diakses oleh semua kalangan, a.l. seperti:

  • Jalur khusus untuk kursi roda yang dirancang dengan baik sesuai dengan standar internasionl dapat menjadi sangat bermanfaat bagi ibu yang membawa kereta bayi.
  • Peralatan dengan saklar yang besar akan memudahkan orang yang tangannya terluka
  • Sensor pembuka/penutup pintu dapat menghindarkan kecelakaan akibat gerakan
  • Titik kecil di nomor 5 pada keypad telepon akan memudahkan untuk menemukan nomor lainnya, hal ini sangat menolong bagi orang yang penglihatannya terganggu.

Standar internasional memfasilitasi akses bagi semua orang terh dap produk, barang dan jasa, termasuk mempertimbagkan aspek keamanan, ergonomic dan metode uji yang harmonis yang semuanya diarahkan untuk meningkatkan aksesibilitas. Standar juga memberikan dasar penyebaran inovasi teknologi baik di Negara maju maupun Negara berkembang, serta membantu pertumbuhan pasar lebih cepat dan meningkatkan perdagangan global

IEC, ISO dan ITU saling berkoordinasi dan menawarkan satu system standarisasi yang dapat membantu para perencana, produsen dan pembuat kebijakan untuk membuat dunia menjadi lebih aman dan lebih mudah bagi semua, hari ini dan esok.

Catatan:

IEC      : International Electrotechnical Commisson

ISO      : International Organization for Standarization

ITU      : International Telecommunication Union

Sumber: Badan Standar Nasional

Dalam Rangkan Hari Standar Dunia

New technology helping children with autism

LOS ANGELES, Oct 06: The number of kids diagnosed with autism increases each year. Children with autism often face challenges when it comes to communicating with others, but now new technologies are helping to bridge that gap faster.

Simply speaking is just one way to communicate. But interaction may be a better option, especially for kids with autism.

“It’s a system to help people communicate with another [person],” said Maria Jose Rodriguez Fortiz, System Informatics.

This “scout” program in Spain relies on special video gaming systems like a Nintendo DS. Kids can learn basic tasks, as well as telling teachers what they want to do, all by touching the screen.

 

A study in 16 Spanish schools found the program decreased outbursts and improved overall behavior.

“They are less aggressive because they can communicate,” said Fortiz.

The 20 Brain Balance Achievement centers in the U.S. offer a slightly different approach.

“The fundamental issue in these kids is that both hemispheres are not linking up,” said Dr. Mark Goldenberg, executive director of Brain Balance Achievement.

Emily Kissa has a form of sensory processing disorder — one brain hemisphere is weaker than the other.

“So the reason it’s on her left arm is to stimulate her right hemisphere, her right brain,” said Dr. Goldenberg.

Dr. Goldenberg uses goggles and exercise to stimulate her vision, balance and hearing. The goal is to strengthen that weakness through therapy three times a week and better nutrition.

“We feel like she’s really come a very long way and sort of gotten to the place we thought she could get to,” said Emily’s mother, Wendy Sue Kissa.

Emily’s mom sees the high-tech method maturing quickly. She can see millions with autism using modern technology to develop themselves in the modern world.

Researchers say video games and robots work better for kids with autism because technology offers more consistent interactions than humans.

Source: http://abclocal.go.com/

Duskin Leadership Training in Japan

Duskin Leadership Training in Japan kembali membuka kesempatan bagi teman-teman penyandang disabilitas untuk mendaftar menjadi peserta angkatan ke-13.

Untuk mengetahui lebih lengkapnya Anda bisa lihat Application Guidance-nya di sini. Application Guidance

Bagi Anda yang hendak mengisi formulir pendaftarannya, silahkan download di sini. 13th Duskin Form

Untuk informasi lebih lanjut, silahkan hubungi melalui contact email: duskin_training@dinf.ne.jp

atau sekretariat Duskin Leadership Traning in Japan:

c/o Japanese Society for Rehabilitation of  Persons with Disabilities

Toyama 1-22-1, Shinjuku-ku, Tokyo 162-0052, Japan

Telp. +81-3-5273-0633  Fax. +81-3-5273-1523

Dead Line 31 Agustus 2010