Arsip

Standar Internasional Membuat Dunia Dapat Diakses Oleh Semua Kalangan

PESAN HARI STANDAR DUNIA

14 OKTOBER 2010

Sedikitnya 650 juta jiwa secara global mengalami berbagai disabillitas, seperempat dari seluruh penduduk di Negara maju berusia 60 tahun atau lebih, dan pada tahun 2050, sebagian besar Negara berkembang akan mengalami hal serupa.

Aksesibilitas menjadi isu yang semakin popular seiring dengan meningkatnya tuntutan dari kalangan penyandang disabilitas dan  lanjut usia untuk memperoleh akses yang sama dalam kehidupan social , politik, ekonomi. Bagi mereka, sebagaimana halnya orang-orang yang mampu secara fisik, kemudahan akses terhadap informasi dan komunikasi sangatlah penting, sama halnya dengan kemudahan dalam penggunaan fasilitas umum seperti elevator, memasuki gedung, perjalanan ataupun menggunakan peralatan dengan aman dan mudah.

Tapi aksesibilitas bukan hanya masalah bagi usia lanjut atau kalangan penyandang disabilitas. Siapapun pada setiap tahapan usia dalam hidupnya terkadang mengalami berkurangny akemampuan aksesibilitas. Ketika hal ini terjadi, aktivitas sehari-hari yang sederhana bias menjadi hal yang sangat sulit. Standar internasional memberikan panduan bagi produsen dan penyedia jasa tentang bagaimana mendesain produk yang bias diakses oleh semua kalangan, a.l. seperti:

  • Jalur khusus untuk kursi roda yang dirancang dengan baik sesuai dengan standar internasionl dapat menjadi sangat bermanfaat bagi ibu yang membawa kereta bayi.
  • Peralatan dengan saklar yang besar akan memudahkan orang yang tangannya terluka
  • Sensor pembuka/penutup pintu dapat menghindarkan kecelakaan akibat gerakan
  • Titik kecil di nomor 5 pada keypad telepon akan memudahkan untuk menemukan nomor lainnya, hal ini sangat menolong bagi orang yang penglihatannya terganggu.

Standar internasional memfasilitasi akses bagi semua orang terh dap produk, barang dan jasa, termasuk mempertimbagkan aspek keamanan, ergonomic dan metode uji yang harmonis yang semuanya diarahkan untuk meningkatkan aksesibilitas. Standar juga memberikan dasar penyebaran inovasi teknologi baik di Negara maju maupun Negara berkembang, serta membantu pertumbuhan pasar lebih cepat dan meningkatkan perdagangan global

IEC, ISO dan ITU saling berkoordinasi dan menawarkan satu system standarisasi yang dapat membantu para perencana, produsen dan pembuat kebijakan untuk membuat dunia menjadi lebih aman dan lebih mudah bagi semua, hari ini dan esok.

Catatan:

IEC      : International Electrotechnical Commisson

ISO      : International Organization for Standarization

ITU      : International Telecommunication Union

Sumber: Badan Standar Nasional

Dalam Rangkan Hari Standar Dunia

Iklan

HWPCI Peringati GAUN 2000

Peringatan satu dasawarsa Gerakan Aksesibilitas Umum Nasional 2000 dilangsungkan di pelataran sebelah kanan Blok M Square Jakarta Selatan. Komnas HAM bekerjasama dengan HWPCI dan PPCI sukses menyelenggarakan peringatan tersebut disertai survey aksesibilitas pada fasilitas Bus Transjakarta.

Peringatan dihadiri oleh Mantan Menteri Perhubungan era Presiden Abdurrahman Wahid yakni Bapak Agum Gumelar. Beliau pada kesempatan itu dinobatkan sebagai Bapak Aksesibilitas oleh Ketua Umum HWPCI Dra. Ariani.

Dalam sambutannya beliau menyetujui penobatan tersebut demi sebuah kebaikan untuk penyandang disabilitas. Beliau pun merasakan kemandegan GAUN 2000 yang telah dicanangkan oleh KH. Abdurrahman Wahid sepuluh tahun yang lalu. Akibatnya aksesibilitas masih dianggap suatu hal kecil yang tidak perlu diperhatikan. Padahal, aksesibilitas merupakan amanat undang-undang yang harus dijalankan oleh semua lembaga baik pemerintah maupun swasta seperti dilansir Dr. Saharudin Daming dalam pidatonya pada peringatan satu dasawarsa GAUN 2000. Dr. Saharudin Daming lebih jauh menegaskan bahwa pengabaian aksesibilitas merupakan pelanggaran terhadap undang-undang. Jadi, sudah selayaknya hal tersebut menjadi perhatian semua pihak.

Selesai acara seremonial, acara dilanjutkan survey oleh 40 orang terdiri dari pengguna kursi roda, pengguna kruk, tuna rungu, tuna netra, tuna grahita, mahasiswi teknik sipil Trisakti, Ahli Transportasi dan relawan. Survey fasilitas busway dimulai pada halte Blok M dan berakhir di halte Kp. Melayu dan Lebak Bulus. Peserta survey dilepas oleh Bapak Agum Gumelar, H. Siswadi (Ketua Umum PPCI), Bapak Anshori Atjo (Kepala PRSPC Dinsos DKI Jakarta) dan Kadis Perhubungan DKI Jakarta.

Hasil data survey masih diolah untuk menjadi bahan masukan kepada pihak-pihak terkait.