Profil

Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI) adalah organisasi wanita yang pengurus dan anggotanya terdiri wanita dari berbagai jenis kecacatan (tuna netra, tuna rungu wicara, tuna daksa, tuna grahita dan lain-lain) yang didirikan pada tanggal 9 September 1997 di Jakarta. HWPCI didirikan sebagai dampak dari tuntutan global pemberdayaan Wanita Penyandang disabilitas (wapenca). Perhatian dunia bagi pemberdayaan wapenca yang mengalami diskriminasi ganda ( sebagai wanita dan sebagai Penyandang disabilitas ) telah lebih dari dua dekade.

Pada tahun 1995 UN ESCAP mengadakan training Seminar for Women With Disabilities ( WWD ) di Bangkok, Thailand. Tahun 1997 di Washington DC USA diadakan pertemuan Internasional Leadership Forum for WWD yang dihadiri oleh 614 wapenca dari 82 negara di dunia.

Sepulang delegasi Indonesia menghadiri Internasional Leadership Forum, Dewan Nasional Indonesia untuk Kesejahteraan Sosial ( DNIKS ) memfasilitasi pembentukan womens komite yang didukung oleh Departemen Sosial   ( Dep. Sos ) RI, Kementerian Negara Urusan Peranan Wanita ( UPW ) dan Nasional Sekretary of  Rehabilitation Internasional ( NSRI ).

Setelah mengadakan beberapa kali pertemuan, 10 orang tokoh wapenca dan 5 orang ibu pemerhati masalah kecacatan berhasil membentuk formatur yang kemudian menyusun kepengurusan HWDI pada tanggal 9 September 1997 di gedung DNIKS.

Tujuan HWDI :

  1. Memupuk rasa kekeluargaan,
  2. Mengusahakan terwujudnya kesejahteraan wapenca lahir dan batin,
  3. Memasyarakatkan dan mengupayakan terlaksanya peraturan perundangan yang berkaitan dengan penca dan wapenca termasuk UU No. 4 tahun 1997 tentang Penyandang Cacat,
  4. Mewujudkan/ mengimplementasikan agenda ke 2 dari 7 agenda Dasawarsa II Penca Asia Pasifik Biwako Milenium Framework dan agenda Rencana Aksi Nasional ( RAN ) perpempuan penyandang cacat.

Visi HWDI ialah wanita Penyandang disabilitas yang mandiri, produktif dan mampu memberi manfaat.

Misi HWDI:

  1. Memperjuangkan pembangunan sosial wanita penyandang cacat untuk mengangkat harkat dan martabatnya,
  2. Meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) wanita penyandang cacat,
  3. Memperjuangkan  kesamaan kesempatan dan partisipasi penuh
  4. Meningkatkan kemitra sejajaran antara pria, wanita dan wanita penyandang cacat.

Strategi pemberdayaan wapenca yakni melalui wadah organisasi HWDI. Aksi afirmatif dunia bagi pemberdayaan wapenca semakin mengemuka, yakni dengan dicantumkan Nya masalah wapenca menjadi agenda kedua dari tujuh agenda Dasawarsa II Penca Asia Pasifik 2003 – 2012; Kerangka Aksi Biwako Milenium Framework. Selain itu pada Internasional Konvention On The Right of Person With Disabilities, UN Resolution No. 61/ 106 tahun 2006 mencantumkan masalah wapenca pada pasal ke 6 dari 50 pasal yang ada.

Ditingkat Nasional Team UPKS Penca Dep. Sos. RI dengan Leading Sektor Kementerian Negara Pemberdayaan Perempuan ( KPP ) dan HWDI telah menyusun Rencana Aksi Nasional   (RAN) Perpenca 2004 – 2013 sebagai bagian dari penjabaran Dasawarsa II Penca Asia Pasifik. Misi RAN perpenca antara lain penghapusan diskriminasi ganda serta pengarus utamaan perpenca di berbagai bidang kehidupan masyarakat.

Dalam rangka pengembangan jaringan dan pengembangan kapasitas wapenca hingga akar rumput, pada tahun 2005 HWDI dengan dukungan The Asia Foundation mengadakan 3 regional workshop bagi 30 propinsi yang dipusatkan di kota Makasar, Lampung dan Surabaya. Yang semula HWDI baru memiliki 7 DPD, kini HWDI telah memiliki 26 DPD dan 4 DPD masih dalam proses ( Sumatera Barat, Kalimantan Barat, Sulawesi Tengah, dan NTT).

Untuk mencapai tujuan dan melaksanakan misi organisasi, kegiatan HWDI terfokus pada  tiga kegiatan yakni :

1.  Bidang kegiatan pemberdayaan wanita Penyandang disabilitas

  • Mengikut sertakan wapenca pada Leadership training keluar negeri sejak tahun 1998 hingga 2007 antara lain leadership JICA, Duskin Ainowa ( Jepang ), Inklusif Education ( Spastic Society, India ) training seminar for WWD di Bangkok, Pakistan, Vietnam, Korea dll Diseabled People Internasional ( DPI ).
  • Pelatihan journalistic ( SIGAP, Maferic ), pelatihan keterampilan produktif dll.
  • c. Kerja berjejaring dengan pemerintah, organisasi wanita KOWANI, LSM Perempuan, Kom Nas HAM, LSM lain, organisasi penca dll.
  • d. Kegiatan kesejahteraan bagi penca antara lain menyalurkan bantuan kursi roda, tongkat putih, kruck, prothese kaki, prothese tangan, alat bantu sepatu, alat bantu dengar, penyaluran bingkisan Ramadhan, bingkisan banjir, penyaluran asupan gizi untuk anak cacat dari keluarga tidak mampu, penyaluran biscuit dll.
  • Pendidikan politik perempuan penyandang cacat agar mampu menyuarakan kebutuhannya, hak-haknya dan baik di sektor publik maupun Pemilu.
  • Mendirikan Koperasi HWPCI “Padma Karya” bekerjasama dengan kementerian Negara, UKM & Koperasi.
  • Audiensi dengan Ibu Negara pada tanggal 21 Mei 2007

2.  Bidang Peraturan Perundangan Penca Nasional dan Internasional

  • Menerjemahkan dan menerbitkan berbagai resolusi UN ESCAP antara lain Peraturan Standar tentang Persamaan Kesempatan bagi Penca;Dasawarsa I dan Dasawarsa II Penca Asia Pasifik; Konvensi Internasional Hak-Hak Penca dll.
  • Menerbitkan buku Himpunan Peraturan Perundangan Penca Nasional dan Internasional.
  • Kerja berjejaring dengan berbagai pihak antara lain KPP, berbagai LSM, mengkaji/ mengajukan usulan berbagai peraturan perundangan yang bias gender dan bias penca.

3.  Bidang advokasi implementasi aksesibilitas bangunan dan    transportasi umum

  • HWDI dan FKPCTI memprakarsai pencanangan Gerakan Aksesibilitas Umum Nasional ( GAUN ) 2000 oleh Presiden Abdurahman Wahid pada tanggal 4 Juni 2000 di Stasiun Gambir Jakarta .
  • Survey aksesibilitas pada 85 bangunan umum di DKI Jakarta yang merupakan kerja sama antara HWDI, YANAGIA dan Fakultas tehnik Sipil dan Perencanaan (FTSP) USAKTI, Ikatan Arsitek Indonesia ( IAI ) DKI Jakarta pada tahun 2001 dan 2003.
  • Berhasil mengadvokasi diundangkannya Surat Edaran Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/ Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional No 3064/M.PPN/05/2006 tentang Perencanaan Pembangunan yang Memberi Aksesbilitas bagi Penca.
  • Survey dan semiloka aksesibilitas di Makasar dan Medan
  • Menerbitkan buku Himpunan Peraturan Perundangan Aksesibilitas Bangunan dan Transportasi Umum bagi penca dan Lansia tahun 2007.
5 Komentar

5 thoughts on “Profil

    • Benar banget—–tubuh utuh gak utuh tooohhh jug bukan milik kita seutuhnya.

      Jangan slalu menyesal dgn keadaan yg ad….>>>>>>
      Trima smoanya dg ikhlas…

      SMANGAT TRUS PANTANG MUNDUR

      Salam dr penca MALANG JATIM:::::::::”””””””””

  1. Mari tunjukan pada dunia, bahwa kecacatan bukanlah hambatan dalam menjalani hidup. Persiapkan sedari sekarang agar menjadi wanita yang mandiri dan bisa terus berkarya. Tanamkan dalam diri bahwa kita bisa berguna bagi orang lain.

    Jangan mau dikasihani atau mengasihani diri sendiri, karena itu tidak akan pernah menyelesaikan setiap masalah yang kita hadapi.

  2. help me.. saya ingin sekali bekerja…sy ingin mmbuktikan kpda kluarga saya,,saya bisa mghasilkan uang sndiri..buu..tlg saya..
    saya tuna daksa…. saya brharaaapppp bgt bs kerja..sy siap dmnapun asal saya bisa bekerja..

    trmksih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s