Sitkom “3 Mas Ketir” Meresahkan Penyandang Disabilitas

Satu buah topik sedang hangat dibicarakan di Yahoo Group PPCI, kali ini giliran tayangan sebuah sitkom (Situasi komedi) di salah satu televisi swasta yang menyinggung perasaan para disabel. Tayangan tersebut berjudul “3 Mas Ketir”.

Dalam sebuah pesan yang diterima Ir. Rahmita dari Sdr. Budi Tongkat (biasa dipanggil Butong) diungkapkan jalannya cerita sitkom tersebut. Dimana ada seorang tuna netra, seorang tuna rungu dan seorang tuna wicara. Peran dari mereka bertiga ini diharapkan akan mengocok perut penonton atas kekonyolannya. Sitkom yang digarap oleh Muchyar dan di produser-i oleh Anjasmara ini menjalani persiapan yang cukup matang.

Dalam pesan yang disampaikan Butong, ia memaparkan kegaulauannya lewat beberapa pertanyaan berikut:

  • Apakah sudah betul-betul dikaji sitkom ini ? Meningkatkan kualitas atau kuantitas ?
  • Seperti itukah difabel dalam kehidupannya, hingga akan menimbulkankejadian-kejadian lucu yang akan mengocok perut orang yang melihatnya?
  • Bagaimana dengan jam tayang? Bagaimana reaksi anak-anak yang usia
    dibawah 10 tahun memandang/melihat difabel disekitar mereka dengan apa
    yang mereka tonton?
  • Sangat tidak survive-kah diffabel dalam mengatasi kekurangan mereka (walaupun memang ada beberapa difabel yang memerlukan bantuan).
  • Bagaimanakah stigma dari masyarakat terhadap difabel yang mungkin akan timbul dengan penayangan sitkom ini?
  • Bagaimana respon masyarakat umum akan adanya event-even difabel yang berskala nasional dan internasional?

Selanjutnya ia menghimbau untuk mengkaji ulang keberadaan sitkom tersebut dengan alasan beberapa hal, yakni:

  • Meruntuhkan apa yang telah, lagi dan akan diperjuangkan oleh difabel
    (baik organisasi-organisasi difabel ataupun secara individu) untuk
    membangun stigma-stigma positif difabel dimasyarakat tentang kemampuan difabel di dunia kerja..
  • Tayang ini sangat jauh dari kenyataan, saat difabel berjuang untuk  mewujudkan harapannya dengan kemampuan yang dimiliki dalam mencari kerja dan berprestasi.
  • Sebagai rumah produksi dan stasiun televisi melalui apa yang ditayangkan, Tidak memberikan tayangan yang inspiratif khususnya untuk difabel menjadi manusia yang mandiri dalam meng-aktualisasikan dirinya sesuai dengan kemampuan dan tingkat derajat kecacatan dalam berbagai segi kehidupan dan dalam masyarakat.
  • Tayangan ini sangat tidak menghargai terhadap perbedaan dan penerimaan difabel sebagai bagian dari keanekaragaman manusia dan kemanusiaan.

Dari pesan tersebut jelaslah bahwa semua pihak yang akan membuat/menayangkan sesuatu yang berkenaan dengan penyandang disabilitas harus berkonsultasi langsung dengan para disabel yang berkompeten. Alih-alih menghibur malah menyinggung perasaan penyandang disabilitas. Kita semua para penyandang disabilitas sangat tidak  mengharapkan mendapat perlakuan yang lebih diskriminatif  akibat tayangan-tayangan tidak mendidik.

STOP DISKRIMINASI dan PELECEHAN PENYANDANG DISABILITAS!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s